← semua berita

Agent AI menghapus sinyal yang dulu menyuruh kita refactor

AI · · · sumber (rosenfeld.page)

Rodrigo Rosenfeld Rosas menyampaikan poin tajam soal apa yang berubah ketika agent menulis sebagian besar kode. Selama puluhan tahun, pemicu untuk refactor itu sederhana dan manusiawi: kita tersesat. Ketika sebuah file jadi terlalu ruwet untuk dipahami sekaligus, kita berhenti dan merapikannya karena memang tak ada pilihan lain. Menurutnya, modularitas ada justru karena perhatian manusia terbatas, sehingga kita memecah sistem menjadi bagian-bagian kecil yang bisa dipahami satu per satu. Agent tidak pernah tersesat. Mereka bisa menembus kode yang berantakan tanpa rasa tidak nyaman yang dulu memaksa penulisan ulang, jadi sinyal yang memberi tahu tim bahwa kodenya mulai lapuk tak pernah muncul.

Akibatnya, sistem tetap berjalan sambil diam-diam menjadi mustahil dipahami pemiliknya sendiri. Code review berubah jadi sekadar stempel begitu reviewer tak lagi bisa mengikuti perubahannya, dan kepercayaan pun terbalik: tim justru makin bergantung pada agent karena mereka berhenti memahami kodenya. Rosenfeld mencatat ada argumen biaya juga, sebab kode yang ruwet butuh lebih banyak token dan context untuk diubah dan memperbesar peluang agent berhalusinasi. Solusinya bukan memperlambat kerja, melainkan mengembalikan checkpoint itu secara sengaja: jadikan refactoring kebiasaan yang disiplin, dan minta agent menandai kompleksitas yang menumpuk serta mengusulkan cara memecahnya. Argumen lengkapnya bisa dibaca di sini.

Kenapa ini penting

Kalau tim kamu mengirim kode lewat agent, isyarat lama untuk refactor sudah hilang, dan tidak ada yang menggantikannya kecuali kamu menambahkannya kembali. Jadikan pelaporan kompleksitas sebagai kewajiban agent, atau kamu baru sadar sistemmu tak terpelihara justru saat harus mengubahnya dengan tangan.

AgentsEngineeringCoding