Mayoritas pekerja pakai AI lewat paket gratis, kecuali di bidang teknologi dan sains
Epoch AI menelaah bagaimana pekerja AS yang memakai AI di tempat kerja sebenarnya mendapat akses, dan pembagiannya lebih timpang dari cerita "semua orang punya seat ChatGPT kantor". Dari seluruh pekerja pengguna AI, 46% mengandalkan paket gratis dan hanya 29% yang memiliki langganan dari perusahaan. Sisanya memakai kombinasi keduanya atau paket berbayar pribadi. Angka rata-rata itu menyembunyikan jurang yang tajam antar jenis pekerjaan.
Di peran komputer, engineering, dan sains, 67% mendapat akses dari perusahaan dan hanya 21% yang bekerja dengan paket gratis. Di bidang lain, gambarannya terbalik. Di sektor jasa, 57% memakai paket gratis dan 17% punya langganan kantor. Di bidang perdagangan, produksi, dan transportasi, 61% memakai paket gratis dan cuma 6% yang dibiayai perusahaan. Manajemen, bisnis, dan seni berada di tengah, 45% gratis berbanding 41% dibiayai perusahaan. Jadi pekerja yang paling mungkin dibiayai tool bagus oleh kantornya justru mereka yang sudah dekat dengan teknologi, sementara sebagian besar orang lain yang sudah memasukkan AI ke pekerjaannya melakukannya lewat paket gratis, dengan model yang lebih lemah dan batasan yang lebih ketat.
Kenapa ini penting
Kalau kamu menyusun anggaran tool, ini celah konkret yang perlu dilihat: karyawan di luar engineering sering memakai AI setiap hari lewat paket gratis, yang membatasi baik hasil kerjanya maupun visibilitas organisasi atas pemakaian itu. Membayar akses di tempat yang pemakaiannya sudah tinggi bisa jadi pengungkit produktivitas yang lebih murah ketimbang satu program uji coba lagi.