Data Center AI Terbesar Menggandakan Daya Setiap Sepuluh Bulan
Epoch AI melacak satu angka yang sempit tapi banyak berbicara: kapasitas daya dari satu data center AI terbesar yang beroperasi. Sejak pertengahan 2024, rekor itu menggandakan diri kira-kira setiap sepuluh bulan. Pada Agustus 2024 pemuncaknya adalah situs Papillion milik Google dengan 237 MW. Pada Februari 2025 giliran Colossus 1 milik xAI di 278 MW, lalu proyek Anthropic dan Amazon di New Carlisle mencapai 398 MW pada Juni tahun itu, dan setahun kemudian Colossus 2 menembus sekitar 946 MW. Mengikuti kurva ini, Epoch memperkirakan batas terdepan akan melewati 1.500 MW pada awal 2027.
Alasan memantau daya alih-alih jumlah chip: daya adalah kendala yang paling keras. Kampus berskala gigawatt butuh jaringan transmisi baru, gardu induk, dan sering pembangkit sendiri, dan semua itu tidak muncul secepat jadwal yang diinginkan sebuah proses training. Data insight Epoch membingkai penggandaan ini sebagai perlombaan sisi pasokan yang kini diukur terhadap jaringan listrik, bukan terhadap pabrik chip. Satu situs yang menyedot mendekati satu gigawatt memakai listrik kira-kira setara sebuah kota berukuran sedang, jadi pertumbuhannya mulai bersaing langsung dengan segala hal lain yang tersambung ke jaringan yang sama.
Kenapa ini penting
Kalau kamu merencanakan kapasitas untuk perusahaan listrik, menegosiasikan sambungan jaringan, atau memproyeksikan anggaran training AI, angka ini memberi laju konkret untuk dijadikan patokan: situs rekor berikutnya akan menuntut lebih dari satu gigawatt dalam waktu sekitar setahun. Titik sempitnya bergeser dari membeli accelerator ke mengamankan daya dan sambungan jaringan untuk mengalirkannya.