Anthropic memetakan harapan dan kecemasan 52 ribu warga AS soal AI
Anthropic merilis gelombang pertama Public Record, rangkaian survei berkala untuk melacak cara warga Amerika memikirkan AI dari waktu ke waktu. Putaran pertama mengumpulkan jawaban dari hampir 52.000 responden lewat YouGov pada November sampai Desember 2025, dengan bobot agar mencerminkan komposisi Sensus AS.
Temuan paling menonjol: harapan dan kecemasan publik mendarat di tempat yang jarang muncul di percakapan industri. Harapan teratas justru soal kesehatan. Sebanyak 48 persen menaruh penyembuhan penyakit seperti kanker dan Alzheimer di tiga prioritas teratas. Kecemasan teratas adalah ekonomi, yakni hilangnya lapangan kerja, yang dirasakan 64 persen responden dan tinggi di setiap negara bagian maupun lintas partai. Ketergantungan kognitif pada AI mengkhawatirkan 56 persen, sementara misinformation 52 persen.
Soal tata kelola, 71 persen ingin pemerintah ikut mengatur AI, termasuk 79 persen Demokrat dan 68 persen Republik. Hanya 15 persen yang percaya perusahaan AI bisa diserahi keputusan pengembangan sendiri, jauh di bawah 43 persen yang percaya pakar independen dan 20 persen yang percaya pemerintah federal. Sebanyak 47 persen berpendapat perusahaan harus bertanggung jawab secara hukum atas dampak AI, dan 44 persen lebih memilih keselamatan ketimbang pertumbuhan.
Satu angka di lapisan dalamnya patut digarisbawahi. Pengguna AI harian melaporkan kecemasan kehilangan pekerjaan sebesar 54 persen, dibanding 70 persen pada non-pengguna. Anthropic membacanya sebagai bukti bahwa pengalaman langsung menurunkan rasa cemas, meski bisa juga dibaca sebaliknya, bahwa yang sudah cemas lebih memilih menjauh dari alatnya.
Kenapa ini penting
Kalau kamu membangun produk AI atau menggarap kebijakan, inilah titik tolak opini publik yang sebenarnya: dukungan luas untuk regulasi, kepercayaan rendah pada lab untuk mengatur dirinya sendiri, dan hilangnya pekerjaan sebagai ketakutan dominan, di atas misinformation maupun safety. Susun pesan publik dan posisi liabilitasmu mengacu pada angka-angka itu, bukan pada opini publik versi forum industri.