Siri baru Apple ditenagai Gemini kustom dan GPU Google Cloud
Apple memakai keynote WWDC 2026 untuk mereset Siri, dan arsitektur yang ditarik Simon Willison dari pengumuman itu yang paling layak ditinjau. Pengalaman on-device baru ditopang oleh model turunan Gemini yang dilisensi Apple dari Google. Beban kerja berat, yang menurut Willison berupa "agentic tool-use dan reasoning kompleks," dijalankan di Private Cloud Compute milik Apple, yang sendiri berdiri di atas Google Cloud dengan GPU NVIDIA, masih dibungkus lapisan privasi dan attestation yang Apple bangun dua tahun lalu.
Untuk developer, Apple meluncurkan Core AI, library untuk menjalankan model di hardware Apple yang nyambung ke PyTorch lewat Core AI extension. Checkpoint PyTorch yang sudah ada bisa dikonversi ke format yang dipahami runtime on-device. Integrasi Siri juga banyak bersandar pada vision language model untuk membaca tampilan aplikasi langsung dari layar. Menurut Apple, pendekatan ini menghilangkan keharusan tiap app mengekspos API baru agar state mereka bisa dilihat Siri.
Penilaian Willison hati-hati. Ia mencatat desainnya "masuk akal dengan teknologi yang ada" karena vision LLM sekarang jauh lebih matang dibanding 2024, saat janji AI pertama Apple kebanyakan tidak terealisasi. Akses publik masih dibatasi developer beta berikut waitlist, jadi ia memilih sikap "lihat dulu baru percaya".
Kenapa ini penting
Kalau kamu bangun aplikasi iOS, kombinasi Core AI plus Siri yang bisa membaca layar mengubah permukaan integrasi: fitur yang dulu butuh custom intent kini bisa dipicu cukup dengan Siri yang melihat UI. Kalau kamu mengamati pasar model, keputusan Apple melisensi Gemini, bukan membangun model frontier sendiri atau bermitra dengan OpenAI atau Anthropic, mengunci Google sebagai LLM default di ratusan juta perangkat.