← semua berita

Membuat fitur blog lewat suara sambil memasak

AI · · · sumber (simonwillison.net)

Simon Willison ingin membuat halaman newsletter di blognya, yang mengindeks terbitan mingguan gratisnya di Substack sekaligus buletin bulanan khusus sponsor. Ia menyelesaikan sebagian besarnya dengan berbicara ke mode Codex di aplikasi desktop ChatGPT sambil memasak. Modelnya, GPT-6 Astra High, diarahkan ke dev server lokal sehingga ia bisa melihat tampilan situs berubah saat ia berbicara. Setelah sekitar setengah jam mengobrol, fitur itu hampir rampung. Setelah itu ia menyuruh Codex membuka pull request, meninjaunya di GitHub, lalu menghabiskan setengah jam lagi mengetik prompt untuk membereskan sisanya sebelum deploy.

Pekerjaannya sendiri tidak sepele. Codex menambahkan model dan migration Django, konfigurasi admin, serta empat jalur import terpisah: posting Substack terbaru lewat RSS, posting lama melalui archive API yang tidak terdokumentasi dan paginasinya ditemukan dengan menelusuri web, buletin bulanan yang sudah terbit dari repo GitHub publik, dan terbitan privat terbaru dari repo privat. Codex membangun halaman indeks publik dan arsip per tahun, memasukkan terbitan bulanan ke pencarian situs sambil mengecualikan salinan Substack yang menduplikasi konten yang sudah ada. Ketika membaca pull request itu, Simon menemukan satu import yang memanggil git lewat subprocess dan memintanya diganti dengan panggilan API, karena repo sumbernya bersifat privat.

Kesimpulannya sederhana. Suara cocok untuk mengarahkan hal besar, dan pratinjau visual langsung membuatnya jauh lebih berguna ketimbang berbicara ke model lewat ponsel tanpa layar. Mengetik tetap lebih baik untuk bagian yang presisi, seperti menempel pesan error atau menunjuk baris kode tertentu. Ia tidak berharap suara jadi andalan hariannya, tapi cara ini membuatnya bisa membangun sesuatu yang nyata saat tangannya sibuk.

Kenapa ini penting

Kalau Anda menulis kode dengan bantuan agent, catatan ini menunjukkan kapan suara benar-benar membantu: mengarahkan draf pertama sambil mengerjakan hal lain, bukan untuk pekerjaan debugging yang teliti. Layak dicoba untuk membentuk kerangka kasar sebuah fitur, lalu kembali ke keyboard untuk perbaikannya.

Coding AgentsCodexDeveloper Tools