← semua berita

DeepMind dan Isomorphic Labs susun rencana AI untuk biosekuriti

AI · · · sumber (deepmind.google)

Google DeepMind dan Isomorphic Labs memaparkan pendekatan bersama untuk apa yang mereka sebut bioresilience: kemampuan masyarakat menyiapkan diri dan menanggapi ancaman biologis, baik wabah alami maupun penyalahgunaan AI canggih. Tulisan ini lebih berupa dokumen strategi ketimbang laporan hasil, tapi menyebut alat-alat spesifik alih-alih berhenti di tataran abstrak. Kerangkanya sengaja dua arah: mencegah pihak jahat menyalahgunakan model, sekaligus membantu pemerintah, ilmuwan, dan pakar biosekuriti memakai sistem yang sama untuk membangun pertahanan.

Rencananya terbagi tiga. Untuk pencegahan, kedua perusahaan mengadaptasi watermarking SynthID agar penyedia sintesis DNA bisa menyaring pesanan yang memuat sekuens berisiko hasil AI sebelum diproduksi, ditambah threat modeling dan evaluasi terhadap model mereka sendiri. Untuk deteksi, mereka menyebut AlphaEvolve dipakai memperbaiki algoritma metagenomic sequencing, yang menurut mereka membuat pelacakan penyakit lebih cepat dan murah. Untuk respons, peneliti tepercaya mendapat akses awal ke sistem mereka untuk merancang vaksin, dan Isomorphic Labs membentuk unit khusus untuk mengarahkan mesin perancang obatnya ke medical countermeasures. DeepMind menyatakan telah menjalin lebih dari 15 kemitraan dengan badan pemerintah, organisasi biosekuriti, dan kelompok riset sepanjang tahun lalu, meski belum melaporkan hasilnya.

Kenapa ini penting

Kalau kamu bekerja di sintesis DNA atau biosekuriti, bagian konkret di sini adalah penyaringan sekuens berbasis SynthID, yang mengubah kebijakan anti-penyalahgunaan AI menjadi sesuatu yang bisa dijalankan penyedia sintesis saat pesanan masuk. Sisanya adalah template yang akan jadi tolok ukur bagi lab lain, jadi layak dipantau apakah 15 kemitraan itu membuahkan hasil atau berhenti sebagai pengumuman.

Google DeepMindSafetyScience