← semua berita

DeepMind buka Co-Scientist, sistem multi-agent untuk hipotesis riset

AI · · · sumber (deepmind.google)

DeepMind membuka Co-Scientist, sistem multi-agent berbasis Gemini yang mereka bangun untuk membantu peneliti menyusun dan menguji hipotesis ilmiah. Postingannya menggambarkan sebuah pipeline, bukan satu model tunggal. Generation agent dan proximity agent menyusun dan mengelompokkan hipotesis awal. Reflection agent menjalankan peer review. Lalu ranking agent menjalankan "idea tournament" dengan skor ala Elo yang dipinjam dari AlphaGo dan AlphaStar. Evolution dan meta-review agent menyempurnakan yang lolos, sementara supervisor mengatur eksplorasi paralel di beberapa arah sekaligus.

Sebagian besar compute justru habis di tahap verifikasi, bukan generasi, kata DeepMind. Agent menyilangkan klaim dengan ChEMBL, UniProt, dan web search, dan sistem bisa memanggil tool khusus seperti AlphaFold saat sebuah hipotesis sedang diperdebatkan. Postingan menautkan Co-Scientist ke enam studi yang sudah dipublikasikan, termasuk hasil liver fibrosis: usulan drug repurposing yang memblok 91 persen respons jaringan parut di uji lab, plus pekerjaan ALS, cellular aging, dan penyakit metabolik. Partner enterprise yang disebut mencakup Daiichi Sankyo, Bayer Crop Science, dan US National Laboratories.

Yang baru bulan ini adalah aksesnya. Hypothesis Generation, tool eksperimental yang jadi muka Co-Scientist, sekarang dibuka untuk peneliti luar, dengan versi enterprise lewat Google Cloud. Inti pesannya: model ini sudah tidak lagi proyek tertutup di lab, sekarang sesuatu yang bisa diarahkan peneliti ke literatur bidangnya sendiri.

Kenapa ini penting

Kalau tim risetmu bergantung pada sintesis literatur, ini tool hipotesis serbaguna pertama dengan hasil terbit yang disebut namanya dan lab partner yang juga disebut, bukan sekadar tech demo. Pakai sebagai filter ide, bukan oracle, dan baca studi yang sudah terbit sebelum mempercayai peringkatnya pada bidangmu sendiri.

Google DeepMindAgentsResearch