Claude Fable 5 bikin game 3D utuh, tapi tak seru dimainkan
Simon Willison memberi Claude Fable 5 sebuah screenshot dari tweet 2024 tentang game rakun perampok, lalu memintanya membangun game itu. Dalam satu sesi, tanpa campur tangan manusia di tengah jalan, agent ini menghasilkan game 3D yang bisa dimainkan di browser. Catatannya layak dibaca karena memperlihatkan seberapa banyak yang ditangani model sendirian.
Yang menarik adalah rangkaian keahlian berbeda yang dijahitnya jadi satu. Claude memasang engine Three.js, menulis skrip Python yang memanggil API image generation untuk membuat tekstur, membangun karakter low-poly, dan menyusun musik dengan Web Audio API. Model menambahkan kontrol keyboard sekaligus sentuh untuk mobile, lalu memakai Playwright untuk menjalankan game di browser sungguhan dan memeriksa screenshot buatannya sendiri sambil bekerja. Ia melakukan commit ke GitHub Pages dan men-deploy. Karena semua aset dibuat lebih dulu dan disimpan sebagai file statis, game yang sudah jadi sama sekali tidak memanggil API saat dimainkan.
Penilaian Willison adalah bagian yang jujur. Sisi rekayasanya benar-benar mengesankan, tapi gamenya biasa saja, dan ia menyimpulkan bahwa merancang game yang benar-benar seru masih keahlian manusia. Ia tetap merekomendasikan membuat game sebagai salah satu cara terbaik menguji kemampuan agent, justru karena jarak antara "berfungsi" dan "bagus" begitu terlihat.
Kenapa ini penting
Kalau Anda menimbang apa yang bisa diserahkan ke coding agent, ini menggambar batasnya dengan jelas: Fable 5 kini bisa menyusun kerangka, menguji di browser, dan merilis proyek multi-bagian yang berfungsi sendirian, tapi selera dan penilaian atas hasilnya tetap tugas Anda.