Google merangkum proyek AI sains-nya di bawah Gemini for Science
Google membungkus pekerjaan AI sisi riset mereka menjadi Gemini for Science, terdiri dari tiga tool eksperimental di Google Labs dan paket Science Skills di Antigravity. Hypothesis Generation, dibangun di atas Co-Scientist, menjalankan apa yang tim sebut sebagai "turnamen ide" multi-agent, saat agent-agent paralel menghasilkan, mendebat, dan memberi skor hipotesis terhadap kutipan yang sudah diverifikasi. Computational Discovery memakai AlphaEvolve bersama sistem bernama ERA untuk menghasilkan dan menilai ribuan variasi kode secara paralel untuk masalah seperti prakiraan tenaga surya dan epidemiologi. Literature Insights, dibangun di atas NotebookLM, menarik literatur ilmiah ke tabel yang bisa dicari dan menandai bagian yang luput dari cakupan peneliti.
Paket Science Skills adalah bagian yang paling konkret. Ia menyambungkan lebih dari tiga puluh database life-science, termasuk UniProt, AlphaFold Database, AlphaGenome API, dan InterPro, ke Google Antigravity, sehingga satu agent bisa menjalankan kueri bioinformatika struktural atau genomik dari ujung ke ujung tanpa peneliti perlu menjahit setiap API secara manual. Daftar mitra mencakup Stanford untuk liver fibrosis, Imperial College London untuk resistensi antimikroba, dan Crick Institute, sementara pengguna enterprise di private preview seperti BASF dan Klarna sudah jalan di atas AlphaEvolve.
Kedua sistem di belakangnya terbit di Nature bersamaan dengan pengumuman, masing-masing satu paper untuk ERA dan satu untuk Co-Scientist. Pembedanya jelas: ada hasil peer-review sebagai basis argumen, bukan sekadar slide benchmark.
Kenapa ini penting
Buat peneliti yang benar-benar bekerja di lab, ini kali pertama berbagai model sains Google disajikan sebagai satu alur kerja, bukan demo terpisah. Paper di Nature juga menaikkan standar pengumuman AI untuk sains. Kalau kamu menilai vendor untuk lab riset, pertanyaan yang relevan sekarang adalah "mana papernya", bukan "demonya bisa apa".