GLM-5.2 jadi model open-weight terkuat saat ini
GLM-5.2 dari Zhipu kini jadi model open-weight terkuat di Intelligence Index milik Artificial Analysis, dan angkanya layak dicermati sebelum kamu pindah. Di indeks versi 4.1, model ini meraih skor 51, sebelas poin di atas GLM-5.1 dan unggul dari pemimpin open lain: MiniMax-M3 dan DeepSeek V4 Pro di angka 44, serta Kimi K2.6 di 43. Ukurannya sama dengan pendahulunya, 744 miliar parameter total dengan 40 miliar aktif, tapi context window-nya naik jadi 1 juta token dari sebelumnya 200 ribu, dan dirilis dengan lisensi MIT. Pada GDPval-AA v2, tes yang mengukur pekerjaan bernilai ekonomi, skornya 1524, kira-kira setara GPT-5.5 pada setelan reasoning tertinggi.
Konsekuensinya ada di konsumsi token. GLM-5.2 menghabiskan sekitar 43.000 output token per tugas indeks, naik dari 26.000 pada GLM-5.1 dan jauh di atas MiniMax-M3 (24.000) maupun Kimi K2.6 (35.000). Dengan tarif resmi Zhipu, $1,40 untuk input dan $4,40 untuk output per juta token, biayanya jadi sekitar $0,46 per tugas, hampir dua kali lipat GLM-5.1. Jadi kenaikan kecerdasan datang bersama biaya verbositas yang langsung terasa di tagihan.
Rincian lengkapnya ada di Artificial Analysis.
Kenapa ini penting
Kalau kamu menjalankan model open-weight di produksi, GLM-5.2 menutup sebagian besar jarak ke frontier tertutup dengan lisensi yang longgar, tapi jumlah tokennya berarti kamu sebaiknya menguji biaya pada trafikmu sendiri, bukan hanya skor indeks, sebelum berpindah.