← semua berita

ERA, sistem Google yang menulis kode riset setara ahli

Research · · · sumber (research.google)

Google menerbitkan makalah di Nature soal ERA, singkatan dari Empirical Research Assistance, sistem yang memakai Gemini untuk menulis kode yang biasanya butuh berminggu-minggu disetel manual oleh ilmuwan. Tim riset Google menggambarkannya sebagai proses menelusuri literatur, menulis kode, mencoba berbagai kombinasi teknik, lalu menjalankan tree search atas ribuan kandidat program dan menyimpan yang skornya terbaik terhadap tujuan yang diberikan.

Yang membuat makalah ini layak dibaca, hasilnya diuji di luar, bukan di benchmark internal. Prakiraan epidemiologi ERA menempati peringkat teratas atau mendekati teratas di leaderboard publik CDC untuk rawat inap flu, COVID-19, dan RSV hingga empat pekan ke depan. Untuk perencanaan air California, ERA menghasilkan prediksi limpasan musim semi yang lebih akurat ketimbang ramalan resmi negara bagian, Bulletin 120. ERA juga memetakan konsentrasi CO2 pada resolusi yang lebih halus dari biasanya, menangkap siklus per jam dan titik panas perkotaan yang jelas, serta merancang tata letak kolektor surya tanpa bayangan ke belakang. Delapan manuskrip yang sudah ditelaah sejawat kini memakainya untuk masalah spesifik, dan Google memasukkan alat ini ke Gemini for Science dengan nama Computational Discovery.

Google tidak mengklaim modelnya menemukan sains baru. Yang diklaim adalah bagian paling lambat dan berulang, yaitu menulis dan menyempurnakan kode empiris, bisa sebagian besar diotomatkan dan tetap setara kerja ahli. Tulisan Google bisa dibaca di sini.

Kenapa ini penting

Kalau risetmu bergantung pada kode pemodelan yang dirakit tangan, alat yang menyamai hasil ahli di leaderboard prakiraan publik layak dicoba, walau ujian jujurnya adalah apakah ia bertahan di masalahmu sendiri, bukan di delapan kasus yang dipilih Google.

Google DeepMindScienceAI Research