← semua berita

Permintaan HBM untuk AI mulai menggerus jatah RAM ponsel murah

AI · · · sumber (simonwillison.net)

Simon Willison menyorot esai David Oks yang berargumen bahwa kelaparan AI akan memori mulai mengubah harga elektronik konsumen. Argumennya bertumpu pada matematika wafer. Produsen memori membagi kapasitas fabrikasi yang jumlahnya terbatas antara HBM, DDR, dan LPDDR, dan memproduksi satu gigabyte HBM menghabiskan lebih dari tiga kali kapasitas wafer satu gigabyte memori jenis lain. HBM mengambil sekitar 2 persen alokasi wafer itu di 2025, dan diperkirakan menembus 20 persen pada akhir 2026 karena data center menyerap segala yang bisa diproduksi.

Kekurangannya tidak merata. Harga DDR dan LPDDR harus bersaing langsung dengan permintaan dari sisi AI, dan segmen yang tidak sanggup menyerap kenaikan adalah smartphone di bawah US$100, yang menjadi pintu masuk ke akses internet di sebagian besar Afrika dan Asia Selatan. Hacker News bahkan mengubah judul tulisan Oks supaya menangkap inti yang lebih luas: ini cerita elektronik konsumen secara umum, karena segala perangkat yang memakai memori sekarang berebut wafer yang sama.

Willison menyebut tulisan Oks sebagai penjelasan paling jernih yang pernah ia baca soal kenapa perangkat berbasis memori akan terus mahal. Para produsen memori sengaja menahan kapasitas supaya tidak terjadi kelebihan stok, jadi tekanan harga ini adalah pilihan strategis, bukan sekadar ketidakcocokan sementara antara pasokan dan permintaan.

Kenapa ini penting

Buat siapa pun yang menjual hardware atau memodelkan pasar di negara berkembang, infrastruktur AI sekarang adalah pos biaya di bill of materials kamu. Batas bawah harga smartphone yang layak pakai akan naik beberapa tahun ke depan, dan yang tergusur justru calon pengguna baru, yang sering jadi tumpuan peta jalan produk kamu sendiri.

ComputeHardwareSupply Chain