Epoch: Huawei Sulit Menyusul Nvidia sampai 2030
Huawei adalah jawaban standar untuk pertanyaan siapa yang bisa membuat chip AI di luar jangkauan kontrol ekspor AS. Epoch AI menelaah serius peta jalan publik perusahaan itu dan tetap menyimpulkan Huawei sulit menyusul Nvidia sampai 2030. Jurang awalnya lebar: Epoch memperkirakan Huawei tahun ini memproduksi di bawah 4 persen compute AI dibanding Nvidia, dan chip Ascend 950-nya hanya memberi sekitar separuh performa H100, chip yang sudah dikirim Nvidia sejak 2022. Itu kira-kira ketertinggalan empat tahun dalam kemampuan mentah.
Tiga kendala menjaga jurang ini tetap terbuka. Pertama, process node. Kontrol ekspor menahan mitra fabrikasi Huawei, SMIC, di kelas proses 5 sampai 7 nanometer, sementara Nvidia membeli node yang lebih maju dari TSMC. Epoch membaca ini sebagai keunggulan kepadatan transistor sekitar 2x yang bertahan sampai 2030. Kedua, memori. High-bandwidth memory menentukan batas atas produksi, dan bila Huawei hanya mengandalkan HBM buatan dalam negeri, keluarannya bisa tetap di sekitar 1 persen dari Nvidia sampai 2028. Ketiga, waktu untuk taruhan jangka panjang: langkah Huawei ke logic yang ditumpuk vertikal, yang disebutnya LogicFolding, baru diperkirakan hadir di produk Ascend pada 2030, sedangkan generasi Feynman Nvidia membawa penumpukan setara pada 2028 di atas silikon yang lebih baik. Temuan Epoch bukan bahwa Huawei mandek, melainkan Nvidia bergerak lebih cepat di semua sisi sekaligus, dan pada 2028 selisih performa per chip melebar jadi sekitar 9x. Kamu bisa membaca laporan lengkapnya untuk asumsi di balik setiap angka.
Kenapa ini penting
Kalau kamu bertaruh pada compute Tiongkok sebagai lindung nilai terhadap kontrol ekspor, atau menghitung risiko pasar hardware yang terbelah, laporan ini memberi angka soal berapa lama jurangnya bertahan, bukan sekadar apakah jurang itu akhirnya menutup. Untuk sisa dekade ini, akses ke keluaran terdepan Nvidia dan TSMC tetap jadi faktor penentu siapa yang mampu melatih model terbesar.