MAI-Thinking-1, model reasoning frontier pertama yang dilatih Microsoft sendiri
Microsoft merilis MAI-Thinking-1, model reasoning frontier pertama yang mereka latih sendiri secara penuh, dan langsung memposisikannya berdampingan dengan jajaran reasoning Claude dan OpenAI. Arsitekturnya sparse Mixture of Experts dengan 35 miliar parameter aktif dari sekitar 1 triliun total, context window 256k token, dan dukungan function calling. Microsoft mengklaim 97,0% di AIME 2025 dan 94,5% di AIME 2026, serta setara Claude Opus 4.6 di SWE-Bench Pro untuk tugas software engineering.
Angka yang lebih menarik justru datang dari evaluasi manusia. Pada 1.276 tugas di perbandingan blind side-by-side, evaluator lebih memilih jawaban MAI-Thinking-1 dibanding Sonnet 4.6. Microsoft juga menekankan bahwa modelnya dilatih dengan data yang "bersih dan berlisensi pantas", tanpa konten AI-generated di tahap pre-training, dan tanpa distillation dari model pihak ketiga. Framing ini terasa seperti sindiran halus ke kompetitor sekaligus pagar terhadap gelombang gugatan hak cipta yang masih membayangi industri.
Modelnya kini berada di private preview di Microsoft Foundry, dan akses publik akan menyusul lewat MAI Playground. Harga belum diumumkan, padahal justru itulah variabel yang menentukan seberapa banyak stack Copilot bergeser keluar dari infrastruktur OpenAI.
Kenapa ini penting
Buat tim yang membangun di Azure atau Copilot, Microsoft sekarang punya model reasoning sendiri yang kompetitif, dan itu memberi mereka leverage di urusan harga dan routing di dalam stack mereka. Perhatikan seberapa agresif Copilot mulai mendefault ke MAI-Thinking-1 ketimbang model kelas GPT di rilis-rilis berikutnya.