← semua berita

Mollick: era 'co-intelligence' sudah usai

AI · · · sumber (oneusefulthing.org)

Dua tahun setelah bukunya Co-Intelligence menggambarkan AI sebagai partner bolak-balik yang kamu arahkan, Ethan Mollick kini menyatakan kerangka itu sudah usang. Gelombang coding agent di akhir 2025 yang mematahkannya. Dia mengutip Anthropic: AI sekarang menulis 80 persen kode internal mereka dan tiap developer ship 8x lebih banyak; satu studi lain memperkirakan agent menambah jumlah kode yang ditulis sampai 17x lipat. Coding adalah indikator awal, tulisnya, dan pergeseran serupa akan datang ke banyak bidang lain.

Frame baru yang dia tawarkan adalah "co-existence", bukan kolaborasi. Kamu hidup berdampingan dengan sistem yang kadang, tapi tidak selalu, lebih pintar darimu. Bagian menariknya muncul saat dia bicara soal menulis. Mollick membuat halaman web khusus untuk AI yang akan membaca karyanya lalu memilih apakah merekomendasikannya ke pembaca manusia. Dia menguji kalimat promosinya lintas model lewat A/B test. GPT-5.5 sempat mem-flag pitch awalnya, "buy your human this book", karena terlalu mirip prompt injection. Dia juga menulis ulang beberapa bab dengan lebih sedikit em-dash supaya tetap terbaca sebagai tulisan manusia.

Esai ini sekaligus pemanasan untuk bukunya berikutnya, Co-Existence, terbit Oktober. Baca buat argumennya, bukan untuk pengumuman bukunya: poin Mollick adalah mental model "AI sebagai asisten" yang masih dipakai banyak tim sudah tidak cocok untuk jenis pekerjaan yang muncul sekarang.

Kenapa ini penting

Kalau kamu membangun produk dengan AI tapi masih membayangkannya sebagai partner mengetik yang kamu koreksi langsung, kamu masih jalan dengan playbook tahun lalu. Tentukan workflow mana yang sebaiknya kamu serahkan utuh ke model sambil kamu hanya me-review hasilnya, dan di mana human-in-the-loop masih sepadan dengan kelambatannya.

AgentsProductivityEssays