Pemakaian AI harian di AS naik lebih dari dua kali lipat dalam enam bulan
Kebanyakan survei adopsi AI hanya menghitung siapa saja yang pernah mencoba chatbot, dan angka itu tidak banyak bercerita soal apakah alatnya sudah jadi kebiasaan. Survei baru dari Epoch AI, dikerjakan bersama Ipsos, justru menyoroti seberapa sering orang memakai AI, dan angka pemakaian nyaris harian bergerak cepat. Porsi orang dewasa di AS yang memakai AI enam sampai tujuh hari seminggu naik dari 8 persen pada Maret 2026 menjadi 19 persen pada Agustus, lebih dari dua kali lipat dalam sekitar enam bulan. Pada periode yang sama, pemakai ringan (sekali seminggu atau kurang) turun dari 17 ke 10 persen. Jadi orang bukan cuma mulai memakai alat ini, tapi memakainya makin sering.
Pemakaian mingguan secara keseluruhan naik lebih landai, dari 50 ke 56 persen, dan kelompok non-pengguna menyusut dari separuh populasi dewasa menjadi sekitar 44 persen. Epoch berhati-hati soal batas perbandingannya: kedua survei menanyakan pertanyaan dengan cara berbeda, dan putaran Agustus mengukur jumlah hari pemakaian per layanan lalu mengambil yang tertinggi, sehingga angka nyaris harian bisa sedikit terdorong naik. Meski begitu, arahnya jelas, dan ukuran sampelnya, sekitar 2.000 orang pada Maret dan 1.000 pada Agustus, cukup memadai untuk estimasi tingkat nasional. Rincian per layanan ada di laporan Epoch.
Kenapa ini penting
Kalau Anda merancang produk atau menyusun tim di sekitar AI, pertanyaan yang berguna bukan lagi berapa banyak orang yang pernah mencoba, tetapi berapa yang bergantung padanya tiap minggu. Kelompok nyaris harian yang mendekati satu dari lima orang dewasa adalah mereka yang akan membayar demi keandalan, dan merekalah acuan desain serta penetapan harga sekarang.