← semua berita

Batas antara menyerahkan pekerjaan ke AI dan menyerahkan penilaian

AI · · · sumber (artfish.ai)

Yennie Jun, yang bekerja mengukur kemampuan model, menulis soal satu pembedaan yang sering hilang dalam pembicaraan tentang AI dan produktivitas: beda antara menyerahkan pekerjaan dan menyerahkan penilaian. Sebagian hal yang diserahkan orang ke AI memang pekerjaan yang membosankan, dan melepasnya tidak merugikan apa-apa. Yang lebih ia khawatirkan adalah kebiasaan yang lebih senyap, saat orang berhenti membentuk pandangannya sendiri dan membiarkan model yang memutuskan. Ia bercerita tentang seorang pria yang merekam percakapan hariannya untuk diberikan ke AI, karena ia yakin sistem itu berpikir lebih baik daripada dirinya.

Kerangkanya berupa pertanyaan: apa sebenarnya yang kita otomasikan, pekerjaan manusia atau kehendak manusia? Ia menunjuk riset yang memperlihatkan sejauh mana jenis pertama sudah maju, termasuk temuan METR bahwa model kini bisa menangani tugas yang dulu butuh berjam-jam atau berhari-hari, dari awal sampai selesai. Esai ini tidak menentang pemakaian AI. Ia mengajak menyadari keputusan mana yang diam-diam kita serahkan. Rujukannya adalah cerita Ken Liu tahun 2012 tentang asisten yang mengambil setiap pilihan kecil dalam hidup penggunanya sampai tak ada lagi yang tersisa untuk dipilih.

Kenapa ini penting

Langkah yang berguna di sini bersifat personal dan praktis. Sebelum menyerahkan sebuah tugas ke model, tanyakan apakah kamu sedang menghemat tenaga atau melepas sebuah penilaian yang sebenarnya ingin kamu pegang sendiri. Yang pertama gratis. Yang kedua menumpuk seiring waktu.

AI and SocietyProductivity