← semua berita

Flint dari Recursive, model coding untuk laptop yang diklaim sebagian besar dibangun AI

AI · · · sumber (techcrunch.com)

Recursive, startup yang berdiri pada 2025, merilis Flint, model coding gratis yang cukup ringan untuk berjalan di laptop. Daya tariknya sama besar pada cara pembuatannya seperti pada kemampuannya. Perusahaan menyebut sistem riset otomatisnya, Eureka Machine, membantu hampir setiap langkah sehingga tim kecil bisa membangun model dari nol dalam kurang dari empat bulan, dengan peneliti manusia yang mengawasi prosesnya, seperti diberitakan TechCrunch. Sistem itu juga menghasilkan desain model yang lebih sparse, metode low-bit training yang memangkas ukuran model 71% nyaris tanpa penurunan kualitas, serta kernel khusus.

Flint adalah model mixture-of-experts: total 40 miliar parameter, tetapi hanya 2,5 miliar yang aktif untuk tiap tugas, dan itulah yang membuatnya bisa berjalan lokal dan cepat. Di MacBook Pro dengan chip M4 Pro, Recursive mengukur sekitar 131 token per detik, kira-kira dua kali lipat model sejenis, dan lebih dari 150 token per detik di RTX Spark milik Nvidia. Pada SWE-Bench Verified, Flint mengungguli model lain di bawah 50 miliar parameter, dan pada rata-rata enam uji versi Recursive hanya Qwen3.8 27B dari Alibaba yang mencetak skor lebih tinggi. Perusahaan terus terang soal komprominya: Flint perlu arahan lebih banyak ketimbang asisten berbayar yang besar, sehingga ia menyarankan tugas besar dipecah menjadi langkah-langkah kecil, dan seorang reviewer Wired menilainya andal untuk proyek kecil.

Flint tersedia di Hugging Face dengan lisensi Apache 2.0, jadi bisa berjalan offline, menyimpan kode di mesin Anda sendiri, dan menghindari biaya penggunaan cloud.

Kenapa ini penting

Kalau Anda mencari model coding yang berjalan di laptop sendiri tanpa mengirim kode ke cloud, Flint adalah opsi yang bisa dipakai sekarang dengan lisensi permisif, dengan catatan Anda perlu memberinya tugas yang lebih kecil dan lebih jelas. Klaim bahwa AI mengerjakan sebagian besar pembangunannya juga menjadi data awal soal apakah riset otomatis mampu memadatkan pengembangan model dari hitungan tahun menjadi bulan.

Open ModelsCodingModels