Replit jadikan OpenAI model default, geser Claude dari balik agent-nya
Replit membangun sebagian besar produk coding-nya di atas model Anthropic, dan hingga belum lama ini termasuk lima pelanggan terbesar Anthropic. Di panggung TechCrunch Disrupt, CEO Amjad Masad menyatakan masa itu berakhir: OpenAI kini jadi penyedia utama di balik Replit Agent, dan model berbasis ChatGPT menjadi default. Ia mendasarkan keputusan itu pada tiga hal, yaitu biaya, kemitraan, dan performa, serta menyebut model OpenAI secara konsisten lebih baik membangun aplikasi vibe-coded dari nol, baik di benchmark internal maupun publik.
Ceritanya tidak sepenuhnya mulus. Seorang narasumber mengatakan ke TechCrunch bahwa hubungan dengan Anthropic masih berjalan, dan hingga September blog Replit sendiri masih mempromosikan Claude. Masad menegaskan Replit tetap "model agnostic" dan Claude masih tersedia bagi siapa pun yang memilihnya. Tapi default menentukan hampir segalanya, karena sebagian besar pengguna tidak pernah mengubahnya, sehingga belanja Replit ke Anthropic bisa turun tajam.
Di balik pergantian model ada pergeseran bisnis. Masad menyebut segmen enterprise naik dari sekitar 2 persen pendapatan tahun lalu menjadi kira-kira 15 persen tahun ini, lebih dari separuh pendapatan kini B2B, dan ia memperkirakan enterprise serta pemerintah akan melampaui separuh pada 2027. Memilih model yang menang di benchmark coding internalnya jadi lebih penting ketika pembelinya adalah perusahaan.
Kenapa ini penting
Kalau kamu membangun di Replit, model yang menghasilkan aplikasimu berubah secara default, jadi uji apakah prompt dan hasilmu tetap konsisten di backend baru. Bagi yang lain, ini bukti konkret OpenAI merangsek di beban kerja coding yang selama ini dikuasai Anthropic.