← semua berita

RSI jadi istilah baru AI, sama kaburnya dengan AGI

AI · · · sumber (techcrunch.com)

Ada istilah baru yang mulai menggusur AGI di materi pemasaran AI: RSI, atau recursive self-improvement. TechCrunch melaporkan istilah ini jadi cara favorit menggambarkan AI yang transformatif, dan seperti AGI dulu, nyaris tak ada yang sepakat soal artinya. Versi idealnya adalah sistem yang memperbaiki dirinya sendiri dalam satu loop tertutup, hanya dibatasi oleh compute yang bisa dijangkau, tanpa manusia lagi di dalam siklusnya.

Sederet startup menjual persis janji itu. Richard Socher mendirikan perusahaan bernama Recursive Superintelligence. Adaption milik Sara Hooker membangun AutoScientist untuk mengotomasi pelatihan frontier model. Disarray besutan Doris Xin membuat agent ML yang memenangi 28 medali Kaggle, dan Xin berdalih bahwa dengan compute yang cukup "kita sudah sampai di sana." Bahkan Andrej Karpathy, yang kini di Anthropic, membangun sistem Auto-Research memakai agent swarm, walau ia terus terang menyebutnya belum riset yang benar-benar baru dan terobosan. Para skeptik bersuara lebih keras ketimbang kesan dari pemasarannya. Helen Toner dari CSET menunjukkan bahwa memakai AI sebanyak mungkin untuk riset tidak sama dengan loop klasik tanpa manusia di dalamnya, dan Sundar Pichai mengakui industri belum benar-benar sampai. Tulisan lengkapnya ada di TechCrunch.

Kenapa ini penting

Saat kamu melihat RSI di sebuah pitch atau peluncuran, anggap itu sebagai rentang dari "kami memakai AI dalam riset" sampai "tanpa manusia di loop," dan tanyakan ujung mana yang dimaksud sebelum menyimpulkan apa pun dari klaimnya.

AI ResearchForecastingTerminology