← semua berita

Panduan praktis Ethan Mollick: AI mana yang sebaiknya dipakai

AI · · · sumber (oneusefulthing.org)

Tulisan terbaru Ethan Mollick menjawab langsung pertanyaan yang terus diajukan orang kepadanya: AI mana yang sebaiknya saya pakai? Kerangkanya berdasarkan tingkat risiko, bukan merek. Untuk tugas berisiko rendah seperti pertanyaan santai atau menulis draf sederhana, ia bilang hampir semua model gratis kini sudah cukup baik dan pilihannya nyaris tidak penting. Untuk keputusan berisiko tinggi, yaitu urusan medis, hukum, atau pekerjaan profesional yang berat, ia menyarankan membayar model terkuat, yakni Opus dan Fable dari Claude atau GPT-5.6 Sol dari OpenAI, serta menaikkan level thinking-nya, karena tingkat kesalahannya lebih rendah di area yang benar-benar penting.

Untuk pekerjaan serius, ia mempersempit pilihan menjadi dua: ChatGPT atau Claude, keduanya mulai $20 per bulan. Yang kamu dapat dari biaya itu, menurutnya, bukan chatbot yang lebih pintar, melainkan agent yang bisa mengoperasikan komputer untuk kamu. Sebagai contoh konkret, ia meminta GPT-5.6 Sol memeriksa seluruh 195 referensi di bukunya yang akan terbit, dan selesai dalam sekitar tiga puluh menit. Google Gemini ia tempatkan sebagai pilihan kuat untuk riset lintas banyak sumber lewat fitur Notebook, tetapi masih tertinggal dalam penalaran frontier; Microsoft Copilot dinilai lemah pada kemampuan agentic; dan model open-weight tetap mumpuni, asal kamu punya keahlian untuk menjalankannya.

Benang merahnya lebih berupa dorongan ketimbang peringkat: bayar $20, serahkan pekerjaan yang biasanya kamu kerjakan sendiri, lalu periksa hasilnya dengan teliti. Panduan lengkapnya ada di sini.

Kenapa ini penting

Kalau kamu masih memakai model gratis untuk pekerjaan yang penting, argumen Mollick adalah kamu melewatkan bagian yang paling berguna: paket $20 memberi kamu agent yang bisa mengerjakan tugas berjam-jam, dan keterampilan yang perlu dipelajari sekarang adalah mendelegasikan dan memverifikasi, bukan menyusun prompt.

ModelsAgentsClaude